Antara Iblis dan Adam

Dalam sebuah materi di grup Bimbingan Agama Islam di WA, ada satu materi yang aku baca sampai habis, bahkan barusan aku baca2 lagi. Padahal biasanya males baca yg panjang2.

Tentang hasad, tentang awal mula kisah tragis Iblis yang membuatnya jadi penghuni neraka.

Disebutkan dalam materi itu bahwa Iblis dahulunya termasuk golongan malaikat. Bahkan yang paling rajin. Banyak ibadah, banyak menuntut ilmu, bahkan menjadi penjaga surga.

Tapi… Tiba2 datang “anak kemarin sore”… Makhluk baru yang Allah ciptakan langsung, dan dimuliakanNya hingga malaikat2 disuruh sujud pada makhluk baru ini, Adam alaihis salam.

Maafkan jika aku salah bicara. Tapi demi gengsi, Iblis rela terusir dari surga, membantah Allah dan memusuhi Adam dan keturunannya hingga akhir zaman.

Karena rasa sombong. Iblis merasa lebih. Lebih tua, lebih berilmu, lebih banyak ibadahnya. Dia lebih senior lah gampangnya. Kenapa juga kudu tunduk sama si anak baru?

Mamen… Berawal dari kesombongan, berujung tragedi sepanjang masa. Klo aku bilang sih, Iblis merasa terkhianati. Dia sudah begitu taat dan setia, kenapa harus tunduk pada makhluk yg dianggapnya lebih rendah dari dia?

Walaupun itu perintah Allah, sang PenciptaNya.

Dari situ aku sedikit berbisik… “Iblis, I feel you. It’s hurt to be betrayed. Sakitnya tuh di sini, mamen.”

Tapi yang aku ngga bisa, dan ngga boleh simpati sama Iblis, bahwa dia sudah berani membantah Allah, dan merasa dirinya lebih hebat dan seolah2 Allah salah ngasih perintah untuk sujud ke Adam.

Karena sombong, dia rela masuk neraka….

Dari situ…. Aku baper. Demi gengsi, seseorang bisa melalaikan tanggung jawabnya dan merasa diri benar sehingga layak mencari-cari kesalahan orang lain. Demi kebanggan diri, seseorang tidak mau dikoreksi dan memilih untuk pergi.

Sedih, perih, dikecewakan itu sakit. Tapi rasa teraniaya tidak boleh jadi pembenaran untuk membantah Allah karena Dia paling tahu yang terbaik untuk hambaNya. Allah tahu, dan kamu tidak tahu.

Iblis… Kalau saja dulu dia tidak hasad ke Adam, apa mungkin Qabil akan berpikir untuk membunuh Habil gara2 qurbannya tidak diterima? Dosa pembunuhan pertama kali dalam sejarah umat manusia.

Ah… Taat itu memang tidak mudah, apalagi saat hikmah masih tersimpan dibalik tabir sampai tiba waktunya. Selalu ada pelajaran berharga dari setiap musibah, selalu ada pesan yang mengingatkan diri atas banyaknya dosa. Manusia itu terlahir ngga punya apa2, gitu kok mau sombong, apa yang dipunya?

*hening…… *

Astagfirullah…
#reminder

Advertisements

9 thoughts on “Antara Iblis dan Adam

  1. Afwan, note boleh mbak Laras :))
    Kata ulangnya dipanjangin aja biar lebih cantik. Seolah2 (dibaca seolah dua?) matur nuwun. . .

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s