Antara Aku dan Rempeyek

Dear life….

I never thought that once a child is sick, people around him would be even… Busier, and worried, and sad.

Hari ini, bolos ngajar demi nganter si kecil gendut lucu salih ini ke dokter anak. Persiapan jam 9,baru bisa berangkat jam 10 kurang karena byk hal. Akhirnya nyampe rumah sakit tempat ibuku dulu bekerja. Sekalian silaturahim sama teman-teman ibu, “pamer” si kecil ke orang-orang, diciumin sana-sini, digendong ke sana dan ke sini. Akhirnya singkat cerita, pulang ke rumah lagi sekitar jam 4 sore.

Dengkulku…. Rasanya linu-linu. Membayangkan massage itu oh betapa surga dunia. Tapi mungkin message lewat postingan dulu saja, bahwa saya begitu merindukan masa-masa memanjakan diri tiap kali lelah sedikit saja.

Dan badanku? Ah, andai badanku serupa peyek yang mak kresss langsung remek. Wuii…

Ini baru batuk pilek demam, alhamdulillah hanya dikasi resep untuk ditebus di apotek. Ngga ada drama ngamar, ato lain-lain yg lebih dramatis. Naudzubillah.

Dan malam ini, aku ingin jadi brownies yang empuk, lembut dan lumer seperti coklat leleh.. Hahahaa…

Advertisements

12 thoughts on “Antara Aku dan Rempeyek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s