Cicak cicak di dinding

Judul lagu lama, lagu masa kanak kanak yang ceria…

Tentang cicak. Makhluk kecil. Not so cool, but amazing survival methods with cutting its own tail lah. Subhanallah.

Tentang cicak, yang diamnya di dinding saja bisa makan. Nyamuk yang datang, lewat dan tertangkap.

Tentang binatang melata yang konon dianjurkan untuk dibunuh karena ikut meniup-niup api yang membakar Nabi Ibrahim AS.. Wallahu a’lam…

Tentang satu kolaborasi cerpen dan lagu oleh Dee, yang klo aku tangkap maksudnya sih tentang cinta yang ngga kesampaian… Jadi karena ngga bisa memiliki, dia berandai jadi cicak yang menempel di dinding hati sang kekasih… Coba deh aku posting lirik lengkap nya. Diambil dari sini.

Nada dan puisi datang dan pergi menghampirimu
Tiada yang mampu merengkuh arti dan isi hati

Kadang benda mati yang memenangkan
Tempat di sisimu
Atau hewan kecil yang luput dari pandanganmu

Ku berserah dalam ketakberdayaan
Berbahagia dengan satu impian
Dan satu kejujuranku

Ku ingin jadi cicak di dindingmu
Cicak di dindingmu
Hanya suara dan tatapku menemanimu

Dan ku menyadari tanganku
Tak kan mampu meraihmu
Walau ku tahu tanganmu tak kan lelah memberi

Tidurlah, tidur, buih ombakku
Percikmu abadi menyegarkanku
Namun biarlah kini…
Kuingin jadi cicak

S’perti cicak di dindingmu
Cicak di dindingmu
Melekat, menemani, membelai dinding jiwamu…

…(cicak, cicak di dinding)…

Advertisements

9 thoughts on “Cicak cicak di dinding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s