Anak Lelaki Sempurna

Siapalah ibu yang tidak ingin punya anak lelaki yang totalitas berbakti padanya? Setelah segala upaya menjaga kehamilan yang begitu melelahkan, proses persalinan bertaruh nyawa hingga membesarkan anak dari bayi hingga akhirnya nanti ia mampu mengurus dirinya sendiri di usia dewasa…. Kadang mungkin sebenarnya seorang ibu ingin “dibalas” segala kerja kerasnya, walau hanya dengan senyum. Setidaknya anak itu berbakti, mendoakan saat ibunya sudah meninggal, hingga amal jariyah anak saleh itu terus mengalir baginya.

Tapi….. bagaimana dengan seorang ibu yang sengaja “menipu”anaknya demi mendapat balas jasa dari si anak ketika anaknya sudah dewasa nanti? Hehe… ada satu drama kocak dari Jepang berjudul “Risou no Musuko”, terjemah Inggrisnya The Perfect Son. Atau yaaa… Anak Lelaki Sempurna lah, kira-kira gituhhh… Emang ada manusia sempurna? Enggak lah. Dalam hal ini, si ibu punya suatu standar anak baik itu seperti apa sehingga dia ingin anaknya tumbuh sesuai dengan imej yang dia bentuk.

Episode satu diawali dengan adegan si Ibu menggendong bayi sedang mengurus suatu surat permohonan ke kantor pemerintah. Yang jelas sih ibu ini memohon bantuan dana untuk kebutuhan si anak. Sepertinya dia cerai, soalnya petugasnya ngomel-ngomel betapa mudahnya si ibu ini bertindak sesuka hati. Nikah, punya anak, cerai eh trus minta bantuan negara untuk ngurus anaknya.

Halo….iya kali si ibu itu dengan senang hati ngurus anaknya sendirian jadi single mom. Okelah, trus karena kesel sama si petugas tadi, ibu ini bawa anaknya ke kedai makanan. Dia makan sejumbo-jumbonya porsi yang ada di sana, sambil mikir tentang nasibnya yang gak bejo sama lelaki. Eh trus ada tayangan wawancara pemain baseball di tipi. Intinya, sebagai bentuk balas budi si anak atas jasa ibunya sudah merawat membesarkan dan membuat dia bisa sukses seperti sekarang, si anak anak membelikan rumah untuk ibunya. Nah, muncullah ide di kepala si ibu ini. Mungkin anak ini nantinya yang akan mengubah nasibnya! Oke, kalau gitu, aku akan bikin imej ibu sempurna di mata si anak, sehingga anak ini bakal fokus hanya ke ibunya, dan suatu hari segala kerja kerasnya akan terbayar, yaitu dengan cara si anak beliin ibunya rumah. Ahem…

Singkat cerita, si anak tumbuh gede, umur 16 tahun dan jadi semacam “neo-mother complex”gitu. Dia dengan bangga menyatakan ke orang lain bahwa ibunya adalah orang yang paling dia cintai tanpa peduli anggapan orang kalo dia itu mother complex. Dia merasa ibunya sudah sangat susah payah membesarkan dia, padahal yaa nggak gitu-gitu juga. Ada kalanya si ibu ini menipu si anak hanya supaya imejnya bagus. Misalnya saat ibunya beli sarung tangan rajutan yang lagi diskon seharga 100 yen, dia mengiyakan aja waktu anaknya mengira ibunya begadang semalam suntuk demi ngerajut sarung tangan buat dia.

Intinya sih supaya anak ini gedenya nanti beliin rumah buat ibunya. Karena itu parameter anak sempurna. Hahaha… it’s just dorama, mamen. No offense and don’t take it at heart. Nanti ada episode si ayah tiba-tiba datang pengen jemput si anak ini. Padahal ibunya udah mengarang cerita kalau si ayah itu meninggal karena sakit atau apalah gitu. Hahaaa… supaya keliatan betapa sengsaranya si ibu membesarkan anak ini sendirian, wkwkwkk… biar makin simpati, makin sayang si anak, makin besar rasa kudu balas budinya. Jadilah nanti si anak beliin rumah, wkwkkwk…

Aku sih mikirnya, segimanapun kita punya harapan sama anak, boong ke anak itu ngga baik…. ntar bisa dibales lho.. hohoho…. Nonton gih dorama iniii… yang maen cakep, hahahaa…

Advertisements

10 thoughts on “Anak Lelaki Sempurna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s