Seperti si Tukang Parkir

Sedikit oleh oleh dari kajian minggu lalu, seorang Ustadz menasehati jamaah untuk bersikap ikhlas seperti seorang tukang parkir. Ada apa dengan tukang parkir? Hehe… Apa tugas pak parkir? Jaga parkir. Mobil siapa yang dia jaga? Mobilnya orang. Mobil bagus, mobil jelek, semua dijaga. Yaaa… kadang dia cuma muncul pas waktunya tu mobil keluar, nagih uang parkir, hehe. Tapi bukan itu sih intinya^^;

Ini soal menyikapi kehilangan. Tukang parkir yang “mendapat”mobil-mobil mewah nongkrong di lahan parkirnya tetap bersikap rendah hati tanpa sombong dengan keberadaan mobil-mobil tersebut. Kenapa? Karena bukan miliknya. Cuma titipan. Nanti juga diambil lagi sama pemiliknya. Ketika mobil mewah itu pergi dari lahan parkirnya, dia juga ngga sedih. Malah bisa jadi seneng, karena beban yang harus dijaga berkurang.

Ketika kita merasa begitu memiliki sesuatu, di situlah kehilangan terasa begitu menyakitkan. Seperti perih yang mengiris dada kali ya… hehehe… Rasa tidak rela, rasa susah payah mendapatkan, merawat, memelihara, menjaga. Terus ketika yang kita genggam erat itu lepas dan sirna… oh betapa…. sakitnya tuh di sini.

Kalau kata mas-mas Westlife, you can’t lose what you never have. Artinya, kamu ngga mungkin kehilangan sesuatu yang tidak pernah kamu miliki. Ya gimana mo kehilangan, punya aja enggak. Nah, misalkan kita bisa memakai prinsip ini dalam menjalani hidup, bahwa segala sesuatu yang ada pada diri kita sejatinya bukan milik kita, maka kita akan lebih mudah menerima ketika sesuatu itu tidak lagi jadi bagian dari kita. Misalnya harta, saudara, pasangan, anak, jabatan, dan lain sebagainya.

Sesungguhnya segala sesuatu itu milik Allah, dan hanya pada Allah semuanya kembali.
Itu kan inti dari “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uuun”? Tapi kenapa kita menganggap itu hanyalah ucapan ketika ada orang meninggal? Padahal di ayat tersebut ditujukan bagi orang yang mengalami musibah. Apakah musibah itu hanya soal kematian seseorang? Bahkan limpahan kesenangan yang melalaikan pun suatu musibah, mamen…

Dari situ, aku belajar untuk lebih bijak menyikapi hidup. Bahwa segala sesuatu yang ada padaku saat ini adalah titipan dari Allah yang nanti akan diminta pertanggungjawaban. It’s not something light to be ignored, and it’s not a joke either. Kadang manusia lalai, lupa diri, dan sombong. Tapi ingatlah juga bahwa Allah itu Mahaluas ampunannya. Dalam ayat yang lain disebutkan, bahwa adzab Allah menimpa siapa yang Dia kehendaki, dan rahmat-Nya meliputi segala sesuatu. Kasih sayang Allah lebih luas. Dan kamu harus percaya itu, Ras.

Memang tidak mudah ketika kita ditimpa sesuatu yang tidak menyenangkan. Seolah ngga rela, dan merasa diri ngga layak tersakiti. Tapi apa iya demikian? Bisa jadi yang kita anggap baik untuk kita, ternyata buruk menurut Allah, and vice versa. Bisa jadi yang kita anggap buruk itu ternyata baik menurut Allah. Coba buka Al Baqarah 216 tentang perintah perang. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.

Belajar juga dari kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir. Nabi Musa tidak bisa bersabar dengan tindakan Nabi Khidir dan menilai perbuatannya dari sisi lahiriah saja. Padahal Nabi Khidir hanya bertindak sesuai dengan petunjuk Allah. Nabi Musa memandang sesuatu dari kaidah syariat, sedangkan Nabi Khidir ingin menunjukkan hikmah dari suatu peristiwa, bahwa bisa jadi suatu keburukan itu sebenarnya mencegah dari keburukan yang lebih besar lagi. Misalnya ketika ia melubangi sebuah perahu. Nabi Musa menganggap Nabi Khidir akan mencelakakan penumpang perahu itu, padahal ceritanya di belakang perahu itu ada raja yang suka merampas perahu. Nah, kalau si raja tahu bahwa perahu ini cacat, tentu tidak akan diambil dan pemiliknya tidak akan kehilangan perahunya. Belajar melihat hikmah dari peristiwa dan tidak semata-mata menilai dari yang tampak.

Wallahu a’lam bisshawab. Ayo belajar ikhlas, belajar sabar, belajar menerima. Allah tidak menyia-nyiakan balasan orang yang berbuat kebaikan=)

Advertisements

4 thoughts on “Seperti si Tukang Parkir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s